Kamu pertaruhkan semua kebencian mu untuk mengalahkan ku .
Seperti inikah cara mu menyayangiku ?
Betapa menyedihkan memaksa mu berbagi kecewa dengan ku .
Kamu enggan bertanya , mengapa aku teramat sering memantik keputusan fatal ?
Kamu masih setengah hati mengetahui gejolak yang telah mengakar di sepanjang kehidupan ku .
Percuma saja menahan tatih mu , karna kita sama-sama paham , akan meleburnya dalam pertentangan .
Berselisih berminggu-minggu , bergeming pada pendapat masing-masing , benar-benar tidak ingin melahap keakuan diri .
Hasil inikah yang kita harapkan ?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar